Breaking

Sunday, April 12, 2020

Penjelasan tentang Probability Sampling dan Non Probability Sampling beserta Metodenya

zippien
Penjelasan tentang Probability Sampling dan Non Probability Sampling beserta Metodenya adalah sebagai berikut :
a.       Probality Sampling  adalah sebuah teknik untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dengan kata lain cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Ukurang populasi dimana sampel diambil harus diketahui dan setiap anggota populasi haris mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Probability sampling terbagi menjadi beberapa cara yaitu :
a)      Simple Random Sampling
Cara pengambilan sampling ini dapat dikatakan simpel karena dilakukan secara acak tanpa memperhatikan tingkatan pada populasi tersebut. Namun, pengambilan sampling ini dapat dilakukan jika anggota populasi yang tengah diteliti bersifat sejenis. Misalnya penelitian terhadap populasi mahasiswa S1 di suatu Universitas dapat dilakukan dengan cara ini, karena semua anggotanya sama-sama merupakan mahasiswa S1.
Simple random samling ini dilakukan dengan cara undian, misalnya semua anggota populasi diberi nomor urut yang sebelumnya nomor urut tersebut telah di tulis dikertas kecil, digulung dan dimasukkan kedalam sebuah kotak yang akan dikeluarkan satu persatu sebanyak jumlah sampel yang dibutuhkan.
Keuntungan menggunakan metode ini adalah peneliti tidak membutuhkan pengetahuan tentang populasi sebelumnya. Kelemahan dalam metode ini adalah peniliti tidak dapat memanfaatkan pengetahuan yang di punyai tentang populasi dan tingkat kesalahan dalam menentukan ukuran sampel lebih besar.

b)      Proportionate Stratified Random Sampling
Jika anggota populasi tidak memiliki sifat yang homogen dan memiliki tingkatan yang proporsional, cara pengambilan sampling ini cocok untuk digunakan untuk pencarian data tersebut. Contohnya adalah pengambilan sampel pada populasi 150 orang yang terdiri dari 50 orang lulusan S1, 40 orang Lulusan D3, 30 orang lulusan SMA, dan 20 orang lulusan SMP. Karakteristik - karakteristik pada populasi tersebut memiliki tingkatan dan masing-masing memiliki angka yang proporsional.
Ada dua alasan dalam menggunakan metode ini yaitu:
-          Untuk meyakinkan bahwa kelompok – kelompok khusus dalam suatu populasi secara memadai diwakili dalam sampel dan
-          Untuk memperbaiki efisiensi dengan memperoleh control yang lebih besar dalam komposisi sampel.

c)      Disproportionate Stratified Random Sampling
Cara pengambilan sampel ini hampir sama dengan proportionate stratified random sampling yang dilakukan pada populasi yang memiliki tingkatan pada tiap anggotanya. Perbedaannya adalah pada cara pengambilan sampling ini terdapat tingkatan pada populasi dengan jumlah anggota yang tidak proporsional. Misalnya, sampling yang dilakukan pada 500 orang terdiri dari 300 anggota lulusan S1, 170 anggota lulusan D3, 20 anggota lulusan SMA dan 10 anggota lulusan SMP. Dikarenakan jumlah anggota lulusan SMA dan SMP tidak proporsional dengan jumlah populasi, maka keduanya digabungkan sebagai satu tingkatan sampel.

d)      Area Sampling
Cara pengambilan sampling ini juga dikenal dengan cluster random sampling. Cara pengambilan sampel dilakukan seperti simple random sampling, namun dilakukan pada sebuah kelompok-kelompok individu dalam tiap-tiap daerah yang berbeda. Pengambilan sampel acak secara kelompok atau gugus, metode area sampling atau cluster sampling ini digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan di teliti atau sumber data sangat luas. Misalnya, pengambilan sampel dilakukan di beberapa wilayah sub-urban, yaitu Lhokseumawe, Bireuen, Lhoksukon, Pidie jaya, dan Langsa.
Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan, misalnya di Indonesia terdapat 30 propinsi, dan sampelnya akan menggunakan 15 propinsi, maka pengambilan 15 propinsi itu akan dilakukan secara random. Karena propinsi – propinsi di Indonesia itu tidak sama maka pengambilan sampelnya perlu menggunakan stratified random sampling.

b.      Non Probality Sampling merupakan teknik pengambilan sampel tidak dipilih secara acak. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena kebetulan atau karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti. Lebih tepatnya Teknik ini tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Pengambilan sampel yang tidak didasarkan atas kemungkinan yang dapat diperhitungkan, tapi semata – mata hanya berdasarkan pada segi kepraktisan. Macam-macam Non-Probability Sampling sebagai berikut:

a)      Purposive Sampling
Purposive Sampling merupakan Satuan sampling yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang dikehendaki. Teknik ini disebut juga Judgmental sampling yang digunakan dengan kriteria khusus terhadap sampel, terutama orang – orang dianggap ahli, sampe ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif, atau penelitian yang tidak melakukan generalisasi. Teknik ini digunakan terutama apabila hanya ada sedikit orang yang mempunyai keahlian (expertise) di bidang yang sedang diteliti.

b)      Accidental Sampling
Accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan faktor sponantanitas, artinya siapa saja yang tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dnegan karakteistik maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel (responden). Sampel ini digunakan jika peneliti sulit menemukan subyek yang akan diteliti.

c)       Quota Sampling
Teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri – ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Teknik penarikan sampek kuota merupakan Teknik penarikan sampel yang sejenis dengan menggunakan Teknik penarikan sampek stratisifikasi. Perbedaannya adalah ketika menari anggota sampe dari masing – masing lapisan, peneliti tidak menggunakan secara acak tapi menggunakan cara kemudahan. Misalnya akan melakukan penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan RS. Kasih Ibu, jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada 500 orang tersebut, maka penelitian dianggap belum selesai, karena belum memenuhi kuota yang telah di tentukan.

d)      Saturation Sampling
Teknik pengambilan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, ini syaratnya populasi tidak banyak, atau peneliti ingin membuat generalisasi dengan kesalahan sangat kecil.

e)      Snowball Sampling
Sampel diambil secara berantai, mulai dari ukuran sampel yang kecil semakin menjadi besar, ibarat bola salju yang menggelinding yang lama – lama menjadi besar. Cara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi hanya tahu satu atau dua orang berdasarkan penilaian biasa dijadikan sebagai sampel. Dalam penentuan sampel, pertama – tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya, akan terjadi begitu seterusnya sehingga jumlah sampel semakin banyak. Pada penelitian kualitatfi banyak menggunakan sampling purposive dan snowball sampling.

No comments:

Post a Comment